13 November 2011
11 November 2011
Pagi yang Biasanya
Tidur pukul setengah dua pagi, bangun pukul setengah tujuh.
Menyapu halaman penuh daun kering yang basah kena tanah, seharian kemarin belum disapu.
Di teras ada dua koran, edisi kemarin dan hari ini.
Lapar dan bingung, tapi jangan sampai tidur lagi.
Akhirnya memotret beberapa objek di dalam dan luar rumah.
Salib di meja, ada daun palma. Di bawahnya ada gelas AQUA, entah sudah
berapa lama terbuka dan ada di sana.
Heran melihat timbangan. 80 kilogram daging, lemak, otot, tulang, otak, dan dosa.
09 November 2011
Teteh dan Aa
Entah bagaimana cara penulisannya, yang jelas mereka berdua orang Sunda. Umur mereka masing-masing sekitar 40 tahun. Teteh terlihat agak lebih tua, entah kenapa. Sudah lebih dari dua tahun saya menjadi pelanggan setia warung mereka, yang sering disebut “burjoan”.
Burjoan yang satu ini ada di belakang kampus. Sama dengan burjoan yang lain, penjual biasanya berasal dari Kuningan. Ketika saya makan di burjoan, sering sekali saya mendengar mereka saling bercakap-cakap menggunakan bahasa Sunda.
Siang itu Teteh menggunakan jilbab ungu, bicara kepada aa’ dan anaknya. Nadanya menggerutu, di sela-selanya saya mendengar kata hutang, anak kos, nama-nama, dan sebagainya. Saya tertarik mendengarkan, meski saya tidak mengerti artinya.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Pertemuan Dua Mingguan di Australia: Ringkas, Berisi, dan Tanpa Lembar Presensi
Kemarin aku ikut pertemuan rutin dua mingguan ( fortnight ) program Digital Public* di kampus tempatku kuliah: Queensland University of Tec...
-
Super pakdhe! Sambil berbaring, dia meminta Pakdhe Hari dan saya untuk membantunya duduk di kasur. Setelah duduk di pinggiran, dia ...
-
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung te...
-
Saat sedang asik berselancar di dunia maya, tiba-tiba foto patung Bunda Maria di sebuah tempat ziarah melintas begitu saja. Dari layar kecil...


