14 June 2026

Mengenai Cuma-Cuma


Suatu ketika Yesus memanggil para murid, lalu memberi kuasa kepada mereka untuk melakukan beberapa hal, termasuk mengusir roh-roh jahat. Setelah itu, mereka mengutus mereka "Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan" (lihat Matius 10:8). Menariknya, ayat itu tidak  berhenti di sini. Ayat ini berlanjut dengan satu kalimat yang menantang benak "Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma."

05 May 2026

Keterlibatan Militer dan Keresahan

Gambar dibuat dengan bantuan Gemini

 Catatan awal tulisan:

  • Catatan ini bukan tulisan analitis, melainkan sekadar keresahan yang terungkap.
  • Penulis bukan penerima beasiswa LPDP.

Belakangan beredar berita akan ada pelibatan TNI dalam pembekalan wajib bagi penerima beasiswa LPDP. Hal pertama yang muncul dalam benak adalah “ngapain lagi sih?”

Lalu disusul dengan pikiran-pikiran lain yang muaranya adalah pendapat kalau kebijakan ini tidak masuk akal, paling tidak di akalku.

Sebagaimana ditulis Tempo (3/5), para penerima beasiswa LPDP ini akan menerima pembelajaran baris berbaris, kedisiplinan, dan penguatan karakter. Jadi teringat masa-masa sekolah bukan? Yang ternyata kaya dengan militeristik.

01 May 2026

Matikan, Lalu Nyalakan Lagi. Namun Ini Bukan Tentang Alat Elektronik.

Suatu sore, tiba-tiba televisi pintar yang ada di rumah sewa ini tidak bisa terhubung ke jaringan internet. Ini masalah di televisi atau di jaringan internet? 

28 March 2026

Musuh yang Sudah Pulang ke Barak

Gambar Diproduksi dengan Bantuan Gemini AI

Penulis buku “Antara Kabut dan Tanah Basah” menceritakan ada dua musuh jiwa, yaitu kebosanan dan kesombongan. Bertahun-tahun saya mengamini cerita ini. Namun beberapa bulan terakhir ini keyakinan saya berubah. Kebosanan barangkali masih jadi musuh jiwa, tetapi kesombongan rasanya sudah sangat menjauh. 
Musuh yang sekarang nyata dihadapi justru rendah diri. Begini ceritanya.

12 March 2026

Pertemuan Dua Mingguan di Australia: Ringkas, Berisi, dan Tanpa Lembar Presensi

Kemarin aku ikut pertemuan rutin dua mingguan (fortnight) program Digital Public* di kampus tempatku kuliah: Queensland University of Technology (QUT). Aku merasa pertemuan ini berbeda dengan berbagai pertemuan yang kuikuti beberapa tahun lalu di Semarang. Aku tidak akan menilai mana yang lebih baik. Tulisan ini sekadar mendeskripsikan dan - meski berusaha untuk kuhindari - membandingkan tipis-tipis.

06 January 2026

Nama Saya Dicatut di Artikel Jurnal


Suatu siang (25/11/2025) saya buka Google Scholar dan iseng mengetik nama sendiri. Simsalabim! Saya lihat ada nama saya di sebuah terbitan artikel baru. Artikel yang sama sekali tidak saya tulis. Menarik sekali kan?

08 August 2025

Sepertinya, Kita Tidak Berdiri di Bawah Langit yang Sama

"Baru pertama kali saya lihat langsung langit yang bersih, lalu bintang-bintangnya kelihatan. Indah banget," katanya. Saat bercerita, matanya berkaca-kaca menerawang momen itu. Seakan itu salah satu pengalaman paling berharga pada masa-masa awal kedatangannya ke Australia.

Lelaki pekerja keras ini mulai dimakan usia. Tubuhnya sudah agak bungkuk. Rambut putih juga mulai mengusir kegelapan di kepala. Namun geraknya masih lincah dan tampak kedua kakinya masih kokoh dipakai berjalan jauh. Sejauh perjalanannya dari Jakarta hingga kini menjadi warga negara Australia.

Mengenai Cuma-Cuma

Suatu ketika Yesus memanggil para murid, lalu memberi kuasa kepada mereka untuk melakukan beberapa hal, termasuk mengusir roh-roh jahat. Set...