Ada seorang akademisi menulis di Thread:
"Akademisi kita begitu mendewakan Scopus tapi anehnya, jarang tulisan hasil risetnya dikutip oleh orang mancanegara, so ini kayak kebanggan semu."Aku membayangkan utas tersebut muncul akibat frustasi melihat apa-apa kok Scopus. Seakan Scopus adalah dewa, atau puncak tertinggi pencapaian akademisi. Itu memang meresahkan buat akademisi. Bagaimanapun, aku merasa ada yang janggal.




