Ryan Sanjaya
12 March 2026
Pertemuan Dua Mingguan di Australia: Ringkas, Berisi, dan Tanpa Lembar Presensi
06 January 2026
Pencatutan Nama di Artikel Jurnal
08 August 2025
Sepertinya, Kita Tidak Berdiri di Bawah Langit yang Sama
"Baru pertama kali saya lihat langsung langit yang bersih, lalu bintang-bintangnya kelihatan. Indah banget," katanya. Saat bercerita, matanya berkaca-kaca menerawang momen itu. Seakan itu salah satu pengalaman paling berharga pada masa-masa awal kedatangannya ke Australia.
Lelaki pekerja keras ini mulai dimakan usia. Tubuhnya sudah agak bungkuk. Rambut putih juga mulai mengusir kegelapan di kepala. Namun geraknya masih lincah dan tampak kedua kakinya masih kokoh dipakai berjalan jauh. Sejauh perjalanannya dari Jakarta hingga kini menjadi warga negara Australia.
07 August 2025
Melewatkan Informasi
Beberapa kali hal menarik melintas di depan mata. Pikiran saya langsung ke jalur: wah menarik ini kalau dibawa ke prodi. Maklum, tujuh tahun terbiasa berpikir dengan jalur otak yang begitu. Namun tiba-tiba tersadar kalau saya bukan lagi dosen--dan itu langkah yang saya pilih sendiri.
Lalu sempat berpikir untuk menghubungi kawan-kawan yang masih ada di sana. Namun saya tersadar lagi, mereka pasti punya kesibukan dan prioritas sendiri. Saya juga kemungkinan keliru kalau mereka tak dapat informasi menarik itu. Hla wong sama-sama generasi digital (meski imigran).
Jadi mau diapakan yang menarik itu? Bagikan ke kawan-kawan dosen atau biarkan saja? Kalau ada yang terlalu menarik untuk dilewatkan, saya pasti bagikan. Kalau perlu ajak kolaborasi. Contohnya beberapa waktu lalu menulis bareng salah satu kawan dosen dalam salah satu kompetisi, kami dapat peringkat dua.
Kalau informasi lainnya? Ya mungkin biarkan lewat saja.
27 July 2025
Sowan Dewi Mariyah di Meanjin
Saat sedang asik berselancar di dunia maya, tiba-tiba foto patung Bunda Maria di sebuah tempat ziarah melintas begitu saja. Dari layar kecil di genggaman, Dia seakan memanggil-manggil. Lalu lahirlah semacam kegelisahan dan kerinduan yang sulit dijelaskan. Tak butuh waktu lama, kami sekeluarga merencanakan pergi sowan Dewi Mariyah di suatu tempat bernama Marian Valley.
Perkenalkan, saya Ryan. Saya suami dari seorang istri yang luar biasa. Kami dianugerahi dua anak perempuan yang masih kecil-kecil. Saat ini hingga beberapa tahun ke depan saya menjalani peziarahan keilmuan di pesisir timur Australia, tepatnya di Brisbane.
18 May 2024
Mengenang Penolakan
Entah mengapa algoritma Instagram mengantar saya ke video-video orang yang berhasil masuk ke PTN. Templatnya standar: buka laptop, disaksikan oleh orang-orang di belakangnya. Ketika hasil baiknya keluar mereka akan berteriak kegirangan, tepuk tangan, diiringi ucapan syukur pada Tuhan.
Konten macam begini bikin saya ingat 15 tahun lalu saat kali pertama ditolak oleh UGM.
15 February 2024
Apakah ada Gelandangan di Australia?
Pertemuan Dua Mingguan di Australia: Ringkas, Berisi, dan Tanpa Lembar Presensi
Kemarin aku ikut pertemuan rutin dua mingguan ( fortnight ) program Digital Public* di kampus tempatku kuliah: Queensland University of Tec...
-
Super pakdhe! Sambil berbaring, dia meminta Pakdhe Hari dan saya untuk membantunya duduk di kasur. Setelah duduk di pinggiran, dia ...
-
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung te...
-
Saat sedang asik berselancar di dunia maya, tiba-tiba foto patung Bunda Maria di sebuah tempat ziarah melintas begitu saja. Dari layar kecil...

