Suatu siang (25/11/2025) saya buka Google Scholar dan iseng mengetik nama sendiri. Simsalabim! Saya lihat ada nama saya di sebuah terbitan artikel baru. Artikel yang sama sekali tidak saya tulis. Menarik sekali kan?
Dia dipublikasikan oleh redaksi jurnal yang dikelola sebuah perguruan tinggi berbasis keagamaan di Sumatera Barat.
Saya heran, kenapa nama saya ada di artikel itu?
Saya tidak ikut menulis. Satu huruf pun tidak. Saya tidak pernah dihubungi kedua penulis lain. Saya tidak pernah diajak berdiskusi, apalagi menyumbang ide tulisan.
Topik penelitian yang dituangkan di artikel itu juga bukan minat studi dan kepakaran yang sedang saya tekuni. Saya biasanya menulis seputar jurnalisme, media massa, dan gerakan sosial digital.
Ada tiga nama 'penulis' artikel tersebut. Saya tidak kenal penulis pertama, tapi saya kenal baik penulis kedua. Dia kawan kuliah S2. Saat ini seorang dosen di kampus tersebut dan (kala itu) punya jabatan struktural yang penting.
Saya tidak mau berpikir macam-macam terlalu jauh. Saya segera hubungi dia untuk mengonfirmasi keberadaan nama saya di artikel itu. Sekalian minta dia untuk sampaikan ke pengelola jurnal atau siapapun yang berwenang supaya hapus nama saya.
Jawaban dia kurang lebih begini (versi formal):
Saya sangat menghargai permintaan maafnya, tapi tentu saja saya ingin nama saya tetap dihapus dari sana. Dia meng-iya-kan dan bilang akan sampaikan ini kepada pengelola jurnal.
Saya ceritakan persoalan ini ke beberapa kawan dosen. Ada yang mengkritik sistem penilaian akreditasi, ada juga yang mempertanyakan integritas peneliti. Bisa saja semuanya benar. Saya tak mau ambil pusing.
Saya kira setelah percakapan teks singkat itu semuanya sudah selesai. Ternyata BELUM. Tanggal 12 Desember 2025 saya iseng buka situs jurnal. Nama saya masih ada di sana! Belum ada perubahan sedikitpun. Saya tidak tahu dan tidak mau cari tahu nyangkutnya di mana. Apakah di kawan kuliah saya? Atau di pengelola jurnal?
Jawaban dia kurang lebih begini (versi formal):
"Sebagai syarat akreditasi, jurnal kami harus memuat penulis yang terafiliasi institusi luar negeri. Saya minta maaf karena saya memasukkan nama Mas Ryan tapi belum sempat minta izin. Apakah boleh namanya biar ada di situ saja?"
Saya sangat menghargai permintaan maafnya, tapi tentu saja saya ingin nama saya tetap dihapus dari sana. Dia meng-iya-kan dan bilang akan sampaikan ini kepada pengelola jurnal.
Saya ceritakan persoalan ini ke beberapa kawan dosen. Ada yang mengkritik sistem penilaian akreditasi, ada juga yang mempertanyakan integritas peneliti. Bisa saja semuanya benar. Saya tak mau ambil pusing.
Saya kira setelah percakapan teks singkat itu semuanya sudah selesai. Ternyata BELUM. Tanggal 12 Desember 2025 saya iseng buka situs jurnal. Nama saya masih ada di sana! Belum ada perubahan sedikitpun. Saya tidak tahu dan tidak mau cari tahu nyangkutnya di mana. Apakah di kawan kuliah saya? Atau di pengelola jurnal?
KRONOLOGI DAN PERKEMBANGAN
- 12 Desember 2025 - Saya menghubungi Pemimpin Redaksi, meminta mereka untuk menghapus nama saya di artikel.
- 2 Januari 2026 - Saya menghubungi Pemimpin Redaksi karena nama saya belum dihapus.
- 6 Januari 2026 - Saya menghubungi Pemimpin Redaksi lagi. Menurutnya, sedang ada kendala di sistem.
- 21 Januari 2026 - Saya menghubungi Pemimpin Redaksi lagi. Nama saya masih ada di sana karena sistem masih error.
- 16 April 2026 - Saya menghubungi Pemimpin Redaksi lagi, tapi pesan saya tidak mendapat balasan.

No comments:
Post a Comment