Punya rambut gondrong? Tak pernah sedikitpun terpikir oleh saya, sampai tiba-tiba pandemi melanda seluruh dunia. Biasanya saya punya rambut 2 cm saja. Panjang sedikit, potong. Namun pada momen pandemi itu saya biarkan saja rambut tumbuh, tanpa benar-benar bermaksud mau gondrong. Hal yang tak saya duga, punya rambut gondrong ternyata menghadirkan pengalaman sosial yang menarik. Bagaimana ceritanya?
19 March 2023
18 February 2023
ChatGPT dan Saat yang Tepat untuk Berhenti
Beberapa pekan terakhir Kompas merilis hasil investigasi mereka tentang praktik kotor di perguruan tinggi. Mereka membongkar berbagai modus kecurangan yang dilakukan para akademisi, khususnya penggunaan joki untuk menulis karya ilmiah. Persoalan ini kronis. Sebagian besar kemudian menyalahkan sistem yang memang mengunggulkan formalitas di atas segala-galanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pendewaan Scopus dan Standardisasi Kebanggan
Ada seorang akademisi menulis di Thread: "Akademisi kita begitu mendewakan Scopus tapi anehnya, jarang tulisan hasil risetnya dikutip ...
-
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung te...
-
via Okezone News Catatan penulis: cerita ini saya dengar dari seorang penjual angkringan di Yogyakarta. Saya tidak bisa memastikan ke...
-
Super pakdhe! Sambil berbaring, dia meminta Pakdhe Hari dan saya untuk membantunya duduk di kasur. Setelah duduk di pinggiran, dia ...