30 June 2026

Fungsi atau Entah Apa Namanya

Dulu saya sempat berpikir segalanya tentang fungsi—atau entah harus apa menyebutnya. Banyak pencapaian akan saya pertanyakan "ke mana itu akan membawamu?" alih-alih berhenti dan mengapresiasi. Jangan salah, ini bukan hanya pencapaian orang lain, tapi juga pencapaian saya sendiri.

Misalnya, ada orang yang rutin olahraga angkat beban di pusat kebugaran. Dia lalu bisa melakukan gerakan deadlift sampai 100 kg dalam beberapa repetisi. Lalu muncul pertanyaan: 

"Tubuh sekuat itu, seberapa besar perannya untuk membantu pekerjaan rumah? Apakah selalu sanggup angkat galon penuh? Tabung gas ungu--dulu biru? Seberapa lama mampu menggendong anak ketika rewel?"

Lalu ada orang yang rutin latihan berlari. Dia kuat lari jarak jauh, ikut berbagai event per-lari-an. Berlari dari perempatan ringroad Jalan Kaliurang sampai patung udang. Berlari dari ujung pantai satu, naik ke perbukitan, lalu finish di ujung pantai yang lain setelah berjam-jam berlari. Lalu muncul pertanyaan:

"Kaki sekuat itu dan nafas sepanjang itu, sudah membawa badanmu ke mana? Sudah membawa mata dan hidungmu ke merespons rasa apa? Ke puncak gunung mana di Jawa? Ke desa-desa terpencil mana di Indonesia timur? Ke garis-garis pantai mana di negara-negara Pasifik?"

Namun lambat laun pertanyaan itu tidak muncul lagi. Kalau lihat orang rutin angkat beban di pusat kebugaran, bisa jadi dia ingin sehat dan tetap mandiri sampai tua tanpa perlu banyak melibatkan bantuan anak. Bisa jadi dia mau menurunkan berat badan untuk perayaan hari besarnya, atau menaikkan berat badan agar bisa menjadi donor darah. Tidak perlu ada fungsi atau entah apa tadi yang saya sebut di awal.

Saya tidak tahu ini pertanda bertambahnya pikiran bijak, atau menurunnya keinginan untuk berkompetisi.

No comments:

Post a Comment

Fungsi atau Entah Apa Namanya

Dulu saya sempat berpikir segalanya tentang fungsi—atau entah harus apa menyebutnya. Banyak pencapaian akan saya pertanyakan "ke mana i...