25 June 2026

Presiden Nye-nye-nye-nye

Aku tidak pernah membayangkan Indonesia memiliki presiden yang seperti ini. Isi pidatonya dalam berbagai kesempatan tak lebih dari: bangsa yang besar, kekayaan yang bocor ke luar negeri, tuduhan antek-antek asing, dan tentu saja kontrak politik program MBG. Di dalam dan di luar negeri, sambil tetap pukul—atau boleh disebut gebrak—meja podium. Menariknya, pasar modal bergejolak tiap kali dia disodori mikrofon. Namun bukan itu saja yang membuatku gelisah.

Sebagai orang yang sedang belajar, aku menghargai proses berpikir dan pembentukan pengetahuan. Berbincang dalam situasi yang terbuka dan setara. Membenturkan pemikiran yang berbeda tanpa harus berambisi memenangkan perdebatan. Menghargai setiap varian metodologi dan hasilnya. Aku juga menghargai setiap orang yang ambil sikap berdasarkan informasi yang mereka peroleh.

Tampaknya hal-hal yang kuhargai tadi hanya dianggap buang-buang waktu. Hasilnya juga dilihat sebagai 'noise' oleh presiden. Suara-suara yang mengganggu dan tak perlu ada. Suara-suara yang tidak diinginkan.

Kritik dianggap sinis dan nyinyir; yang lalu dihina dengan gestur tangan yang menempelkan semua jari membentuk mulut yang lalu digerak-gerakkan sambil menggoyangkan kepala dengan mulut berbunyi nye-nye-nye-nye.

Sodoran data dan argumen yang disodorkan oleh peneliti dari lembaga-lembaga studi yang peduli pada negara diserang dengan pertanyaan: siapa yang membiayai? Arahnya adalah dibiayai asing untuk menghancurkan Indonesia.

Sementara peningkatan kritik dari warga sipil dipandang sebagai 'inflasi pengamat' yang dianggap berbahaya. Mengapa? Karena tidak setiap warga dianggap punya kompetensi untuk mengkritik. Sementara mereka yang dianggap kompeten, dituding mengutip informasi dari sumber yang sudah dimanipulasi.

Tulisan singkat yang minim data ini sudahlah pasti tak dibaca. Laporan-laporan penelitian yang kaya data saja tidak kok, apalagi artikel-artikel di media massa yang menjalankan tugasnya sebagai pemantau kekuasaan.

Mengerikan.

No comments:

Post a Comment

Presiden Nye-nye-nye-nye

Aku tidak pernah membayangkan Indonesia memiliki presiden yang seperti ini. Isi pidatonya dalam berbagai kesempatan tak lebih dari: bangsa y...