Suatu sore, tiba-tiba televisi pintar yang ada di rumah sewa ini tidak bisa terhubung ke jaringan internet. Ini masalah di televisi atau di jaringan internet?
Saya coba periksa ulang pakai telepon pintar dan komputer, ternyata koneksi internet lancar-lancar saja. Berarti masalahnya bukan di jaringan internet dan/atau perangkat penyambungnya.
Saya langsung utak-atik bagian pengaturan di televisi bak teknisi. Hasilnya? Tetap tidak tersambung.
Akhirnya saya gunakan cara paling mujarab: bertanya ke platform AI. Saya lupa pakai ChatGPT atau Gemini. Atau mungkin malah keduanya. Saran terakhir dari akal imitasi itu adalah dengan mematikan televisi lalu menyalakannya lagi. Tapi mematikannya itu sekalian cabut kabel dari stopkontak.
Aku mematuhi saran itu. Mencabut dari sumber aliran listriknya, lalu menunggu beberapa waktu sebelum kembali ditancap. Ketika tiba waktunya, ajaib, televisi berjalan normal tanpa gangguan!
Beberapa hari kemudian, gantian mouse-tanpa-kabel yang bermasalah. Tidak berfungsi. Dugaan saya adalah daya baterainya habis.
Saya lalu ganti baterai, tapi kok tetap tidak bisa berfungsi? Saya cabut baterai, pasang lagi. Tetap tidak berfungsi.
Lalu saya terpikir ada lagi yang belum dicabut: penerima sinyal bluetooth yang tertancap di laptop.
Saya cabut barang kecil itu, lalu saya masukkan lagi. Selesai urusan. Mouse kemudian langsung berfungsi normal tanpa gangguan.
Beberapa jam kemudian istri menelepon. Beliau sambat tentang telepon pintarnya yang tidak bisa terhubung ke jaringan internet. Padahal kuota data masih berlimpah dan semua pengaturan sudah baik adanya.
Bisa ditebak apa yang perlu dilakukan? Ya, mematikan perangkat itu lalu menyalakannya lagi. Seperti yang sebelum-sebelumnya, telepon pintar kembali pada fungsinya dengan normal.
Matikan, Nyalakan Lagi
Sejak rangkaian kejadian itu saya berpikir kalau ternyata banyak persoalan bisa terselesaikan cukup dengan beberapa langkah.
- Mematikannya;
- Memisahkannya dari sumber energi atau koneksi;
- Membiarkannya sejenak;
- Lalu menyalakannya lagi.
Lalu semua kembali berjalan normal. Tentu saja, tidak semua persoalan bisa terselesaikan dengan cara ini.
Hanya saja, setelah semua cara yang kita tahu sudah kita coba, tapi persoalan masih ada di sana, MUNGKIN ini salah satu senjata terakhir yang manjur.
Saya kembali berpikir, bagaimana kalau ini bukan tentang televisi, mouse, atau telepon pintar? Bagaimana kalau ini tentang diri kita sendiri ketika merasa buntu dengan persoalan?
SHUTDOWN adalah ketika dengan sadar kita memberi ruang bagi tubuh dan jiwa untuk berhenti. Betul-betul berhenti di tengah lalu lintas zaman yang serba ngebut.
DETACH adalah ketika kita dengan sadar melepas kemelekatan dengan segala ekspektasi, benda, obsesi, dan apa-apa yang menggelayuti benak.
PAUSE adalah ketika kita dengan sadar menjadi telanjang dalam ruang kosong tanpa kemelekatan itu, TANPA merasa bersalah.
REBOOT adalah ketika kita kembali melangkah. Perlahan tapi pasti, dengan pandangan yang lebih jernih.
Saya bukan pakar dalam psikologi dan tidak tahu apa-apa tentang menghadapi stress. Namun saya percaya: kalau kita berusaha sedikit lebih peka dengan situasi yang terjadi sehari-hari, berbagai jawaban sebenarnya ada di dekat kita.


No comments:
Post a Comment