24 August 2021

Obrolan Ringan bareng Pak Manyung

Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung tenda pinggir jalan di Gedawang. Warung itu tak bernama. Penjualnya sih sudah pasti punya nama, tapi saya terlalu malas untuk bertanya. Jadi, istri dan saya beri nama sendiri saja: Pak Manyung.

Mengapa kasih nama itu? Begini ceritanya. 

15 August 2021

Keberanian Menghadapi Ketidakpastian

Dalam sebuah diskusi di kelas saya bertanya kepada mahasiswa mengenai minat mereka jadi jurnalis. Dari sedikit yang menjawab itu ada satu jawaban yang memprihatinkan: “Awalnya iya, Pak. Tapi setelah pandemi ini saya malas untuk punya cita-cita.”

08 May 2020

Jinyoung dan Kasus Kecil di Dalamnya


Sumber: iflix.com
Film serial Korea yang baru saja saya tuntaskan dalam waktu singkat ini berjudul “Diary of A Prosecutor.” Total ada 16 seri, dengan durasi masing-masing sekitar satu jam. Secara umum film ini bukan berisi kisah cinta, tetapi kisah jaksa dalam menghadapi berbagai persoalan di kantor dan di luar kantor. Target penontonnya barangkali usia 30 tahunan ke atas. Sepertinya bukan untuk remaja. Cinta-cintaan tetap ada sih, tetapi sebagai pemanis saja.

09 February 2020

Kerja Bakti: Bukan Kewajiban, tapi Diminati?


Sumber: www.semarangkota.go.id

Tujuan dari kerja bakti itu baik. Selain membuat lingkungan bersih dan nyaman, interaksi antarwarga juga terjadi sehingga lebih guyub. Bahkan ada juga yang mengatakan kerja bakti adalah tempat praktik nilai-nilai Pancasila. Namun saya meyakini satu hal: tidak setiap warga itu menikmati kerja bakti. Sama dengan pendapatmu?

09 December 2019

Sambat kepada Yesus: Saya Meragukan Angka


Sumber: amazon.com
Yesus telah mati ribuan tahun lalu. Namun ajarannya masih hidup dan dihidupi manusia sampai saat ini. Mereka bercita-cita mengikuti Yesus, menjadi murid Yesus, meneladan Yesus. Untuk yang terakhir ini, mungkinkah mereka betul-betul mampu meneladani Yesus?

24 October 2019

Go-Jeg (Kere) Dosen


Semenjak Nadien Makarim diangkat jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Jokowi, grup-grup dosen ramai akan gojeg kere. Ada yang bilang ini perlawanan berbentuk satire, sebagian yang lain hanya mau gojegan kere saja. Saya sedang malas sok filosofis membaca symbol-simbol gojegan, saya anggap ini receh saja.

Berikut gojegan yang sempat mampir di gadget saya:
  1. Mahasiswa yang nilainya mepet atau tidak lulus mata kuliah tertentu diwajibkan menggunakan layanan Go-Block.
  2. Uang sertifikasi dosen akan dikirimkan dalam bentuk GoPay.
  3. Setiap habis mengajar dosen akan bicara di kelas, “Minta bintang limanya ya, anak-anak.”
  4. Pertanyaan “How was the dosen?” dengan pilihan lima bintang di bawahnya dapat ditemukan di layanan Go-Bimbingan.
  5. Logo RistekDikti diganti dengan tulisan GojekDikti.


Nggak lucu? Nggak apa-apa. Buat saya juga nggak lucu. Hehehe. Lama-lama bosan juga lihat setiap hal serius lalu dijadikan gojekan, baik yang satire ataupun yang receh.

23.10.2019
Semarang yang panas

11 October 2019

TIPS PERSIAPAN TES IELTS DALAM WAKTU YANG MEPET DAN SINGKAT


Sumber: ieltsninja.com

DISCLAIMER:
  1. TIPS INI TIDAK DATANG DARI AHLI BAHASA  INGGRIS, BUKAN PENGAJAR BAHASA INGGRIS, DAN LEBIH SPESIFIK LAGI, BUKAN PENGAJAR PERSIAPAN TES IELTS. SAYA HANYA ORANG AWAM YANG BELUM LAMA INI IKUT TES IELTS.
  2. TIPS INI BUKAN TENTANG KAIDAH BERBAHASA INGGRIS, HANYA FOKUS PADA PERSIAPAN TES IELTS SAJA.
  3. TIPS INI MUNGKIN BERLAKU BAGI SEBAGIAN DARI KITA, TIDAK DENGAN YANG LAIN. SAYA PERCAYA SETIAP DARI KITA PUNYA METODE BELAJAR DAN BERPIKIR YANG BERBEDA. JADI KALAU TIDAK COCOK, TOLONG ABAIKAN SAJA. 

Pendewaan Scopus dan Standardisasi Kebanggan

Ada seorang akademisi menulis di Thread:  "Akademisi kita begitu mendewakan Scopus tapi anehnya, jarang tulisan hasil risetnya dikutip ...