Punya rambut gondrong? Tak pernah sedikitpun terpikir oleh saya, sampai tiba-tiba pandemi melanda seluruh dunia. Biasanya saya punya rambut 2 cm saja. Panjang sedikit, potong. Namun pada momen pandemi itu saya biarkan saja rambut tumbuh, tanpa benar-benar bermaksud mau gondrong. Hal yang tak saya duga, punya rambut gondrong ternyata menghadirkan pengalaman sosial yang menarik. Bagaimana ceritanya?
19 March 2023
18 February 2023
ChatGPT dan Saat yang Tepat untuk Berhenti
Beberapa pekan terakhir Kompas merilis hasil investigasi mereka tentang praktik kotor di perguruan tinggi. Mereka membongkar berbagai modus kecurangan yang dilakukan para akademisi, khususnya penggunaan joki untuk menulis karya ilmiah. Persoalan ini kronis. Sebagian besar kemudian menyalahkan sistem yang memang mengunggulkan formalitas di atas segala-galanya.
20 November 2022
Di Semarang Saya Punya Ibu, Budhe, Mak’e, dan Nama-Nama Lain yang Tak Pernah Terbayangkan Sebelumnya
Salah satu pengalaman aneh sekaligus menyenangkan ketika berada di tempat baru adalah memberi nama. Memberi nama tempat, penjual, dan apa-apa yang perlu.
Anda pernah melakukannya juga, kan? Cobalah diingat-ingat. Kalau belum, cobalah. Ini hal yang tak penting tapi penting sih. Heheh.
24 August 2021
Obrolan Ringan bareng Pak Manyung
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung tenda pinggir jalan di Gedawang. Warung itu tak bernama. Penjualnya sih sudah pasti punya nama, tapi saya terlalu malas untuk bertanya. Jadi, istri dan saya beri nama sendiri saja: Pak Manyung.
Mengapa kasih nama itu? Begini ceritanya.
15 August 2021
Keberanian Menghadapi Ketidakpastian
Dalam sebuah diskusi di kelas saya bertanya kepada mahasiswa mengenai minat mereka jadi jurnalis. Dari sedikit yang menjawab itu ada satu jawaban yang memprihatinkan: “Awalnya iya, Pak. Tapi setelah pandemi ini saya malas untuk punya cita-cita.”
08 May 2020
Jinyoung dan Kasus Kecil di Dalamnya
| Sumber: iflix.com |
Film serial Korea
yang baru saja saya tuntaskan dalam waktu singkat ini berjudul “Diary of A
Prosecutor.” Total ada 16 seri, dengan durasi masing-masing sekitar satu jam.
Secara umum film ini bukan berisi kisah cinta, tetapi kisah jaksa dalam menghadapi
berbagai persoalan di kantor dan di luar kantor. Target penontonnya barangkali
usia 30 tahunan ke atas. Sepertinya bukan untuk remaja. Cinta-cintaan tetap ada
sih, tetapi sebagai pemanis saja.
09 February 2020
Kerja Bakti: Bukan Kewajiban, tapi Diminati?
Tujuan dari kerja bakti
itu baik. Selain membuat lingkungan bersih dan nyaman, interaksi antarwarga
juga terjadi sehingga lebih guyub. Bahkan ada juga yang mengatakan kerja bakti
adalah tempat praktik nilai-nilai Pancasila. Namun saya meyakini satu hal:
tidak setiap warga itu menikmati kerja bakti. Sama dengan pendapatmu?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pendewaan Scopus dan Standardisasi Kebanggan
Ada seorang akademisi menulis di Thread: "Akademisi kita begitu mendewakan Scopus tapi anehnya, jarang tulisan hasil risetnya dikutip ...
-
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung te...
-
via Okezone News Catatan penulis: cerita ini saya dengar dari seorang penjual angkringan di Yogyakarta. Saya tidak bisa memastikan ke...
-
Super pakdhe! Sambil berbaring, dia meminta Pakdhe Hari dan saya untuk membantunya duduk di kasur. Setelah duduk di pinggiran, dia ...
