02 February 2015

Menjilat Piring

Tangisan seorang bocah terdengar kencang sekali tadi.
Ibu tak melepaskan diri dari pelukan bocah,
sedang bapak diam-diam membuatkan keduanya teh panas.

Sambil menangis bocah bilang,
“Bulan bicara terus-terusan tentang aku.
Katanya aku pantas mati karena aku menjilat
makanan langsung dari piring. Aku takut.”

Mereka lalu pergi ke luar untuk bersama menemui bulan.
Bulan masih pucat, tapi terlihat semu merah.
Mungkin karena dia masih marah.

“Mengapa kamu marah? Bukankah anakku tak
menyakiti hatimu?” tanya ibu.

Bulan hanya diam.
Ah, rupanya dia pantulan.

Musuh yang Sudah Pulang ke Barak

Gambar Diproduksi dengan Bantuan Gemini AI Penulis buku “Antara Kabut dan Tanah Basah” menceritakan ada dua musuh jiwa, yaitu kebosanan dan ...