07 August 2025

Melewatkan Informasi

Beberapa kali hal menarik melintas di depan mata. Pikiran saya langsung ke jalur: wah menarik ini kalau dibawa ke prodi. Maklum, tujuh tahun terbiasa berpikir dengan jalur otak yang begitu. Namun tiba-tiba tersadar kalau saya bukan lagi dosen--dan itu langkah yang saya pilih sendiri. 

Lalu sempat berpikir untuk menghubungi kawan-kawan yang masih ada di sana. Namun saya tersadar lagi, mereka pasti punya kesibukan dan prioritas sendiri. Saya juga kemungkinan keliru kalau mereka tak dapat informasi menarik itu. Hla wong sama-sama generasi digital (meski imigran).

Jadi mau diapakan yang menarik itu? Bagikan ke kawan-kawan dosen atau biarkan saja? Kalau ada yang terlalu menarik untuk dilewatkan, saya pasti bagikan. Kalau perlu ajak kolaborasi. Contohnya beberapa waktu lalu menulis bareng salah satu kawan dosen dalam salah satu kompetisi, kami dapat peringkat dua. 

Kalau informasi lainnya? Ya mungkin biarkan lewat saja.

No comments:

Post a Comment

Musuh yang Sudah Pulang ke Barak

Gambar Diproduksi dengan Bantuan Gemini AI Penulis buku “Antara Kabut dan Tanah Basah” menceritakan ada dua musuh jiwa, yaitu kebosanan dan ...