Seekor burung oleng,
otonya tak kuat,
bulunya tak lebat.
Dia menghujam ilalang,
sulit cari pijakan keras,
untuk sekadar loncat ke atas.
Si pemburu melepas panah,
sang burung telat mendongak,
...................koaaak!
Darah tidak keluar,
pemburu lalu pergi.
08 July 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pendewaan Scopus dan Standardisasi Kebanggan
Ada seorang akademisi menulis di Thread: "Akademisi kita begitu mendewakan Scopus tapi anehnya, jarang tulisan hasil risetnya dikutip ...
-
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung te...
-
via Okezone News Catatan penulis: cerita ini saya dengar dari seorang penjual angkringan di Yogyakarta. Saya tidak bisa memastikan ke...
-
Super pakdhe! Sambil berbaring, dia meminta Pakdhe Hari dan saya untuk membantunya duduk di kasur. Setelah duduk di pinggiran, dia ...
No comments:
Post a Comment