Ketika di jalan aku tiba-tiba teringat dengan "ngangsu kawruh". Ngangsu itu biasanya dipasangkan dengan kata banyu (air). Ngangsu banyu artinya menimba air. Kawruh atau kaweruh berarti pandangan. Ngangsu kawruh itu maknanya belajar. Tujuannya supaya kita punya pandangan baru. Maka, ketika tidak ada pembaruan dalam pandangan (belum tentu berubah pandangan) setelah belajar, itu namanya belum belajar.
Namun, tidak begitu juga.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pertemuan Dua Mingguan di Australia: Ringkas, Berisi, dan Tanpa Lembar Presensi
Kemarin aku ikut pertemuan rutin dua mingguan ( fortnight ) program Digital Public* di kampus tempatku kuliah: Queensland University of Tec...
-
Super pakdhe! Sambil berbaring, dia meminta Pakdhe Hari dan saya untuk membantunya duduk di kasur. Setelah duduk di pinggiran, dia ...
-
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung te...
-
Saat sedang asik berselancar di dunia maya, tiba-tiba foto patung Bunda Maria di sebuah tempat ziarah melintas begitu saja. Dari layar kecil...
No comments:
Post a Comment