
Gambar Diproduksi dengan Bantuan Gemini AI
Penulis buku “Antara Kabut dan Tanah Basah” menceritakan ada dua musuh jiwa, yaitu kebosanan dan kesombongan. Bertahun-tahun saya mengamini cerita ini. Namun beberapa bulan terakhir ini keyakinan saya berubah. Kebosanan barangkali masih jadi musuh jiwa, tetapi kesombongan rasanya sudah sangat menjauh. Musuh yang sekarang nyata dihadapi justru rendah diri. Begini ceritanya.
28 March 2026
Musuh yang Sudah Pulang ke Barak
12 March 2026
Pertemuan Dua Mingguan di Australia: Ringkas, Berisi, dan Tanpa Lembar Presensi
Kemarin aku ikut pertemuan rutin dua mingguan (fortnight) program Digital Public* di kampus tempatku kuliah: Queensland University of Technology (QUT). Aku merasa pertemuan ini berbeda dengan berbagai pertemuan yang kuikuti beberapa tahun lalu di Semarang. Aku tidak akan menilai mana yang lebih baik. Tulisan ini sekadar mendeskripsikan dan - meski berusaha untuk kuhindari - membandingkan tipis-tipis.
06 January 2026
Pencatutan Nama di Artikel Jurnal
Suatu siang (25/11/2025) saya buka Google Scholar dan iseng mengetik nama sendiri. Simsalabim! Saya lihat ada nama saya di sebuah terbitan artikel baru. Artikel yang sama sekali tidak saya tulis. Menarik sekali kan?
Subscribe to:
Comments (Atom)
Musuh yang Sudah Pulang ke Barak
Gambar Diproduksi dengan Bantuan Gemini AI Penulis buku “Antara Kabut dan Tanah Basah” menceritakan ada dua musuh jiwa, yaitu kebosanan dan ...
-
Jarum jam menunjuk angka 9 malam. Seharusnya saya beristirahat, tetapi perut ini berteriak-teriak. Maka meluncurlah saya ke sebuah warung te...
-
Super pakdhe! Sambil berbaring, dia meminta Pakdhe Hari dan saya untuk membantunya duduk di kasur. Setelah duduk di pinggiran, dia ...
-
Saat sedang asik berselancar di dunia maya, tiba-tiba foto patung Bunda Maria di sebuah tempat ziarah melintas begitu saja. Dari layar kecil...
