29 May 2012

Pamulangan Habirandha


Today I went to Pamulangan Habirandha for the third times. Have you ever heard that? That’s a kind of informal school at Yogyakarta. The students are people who want to know about how to be a dhalang. That’s awesome.

I met Wiyarno, he’s a student there. His job is soto seller in Jalan Malioboro. I asked him, why do you study here? He said,”I have studied band music (I guess he just play conventional music instrument like guitar, bass guitar, and drum) , which is west culture. Why I don’t study my own culture?”

You know what, I weren’t confident to had some conversations with people there because I’m Javanese (at least my parents told me that) but I have no knowledge about wayang which is one of Javanese culture product. Poor me!

30 March 2012

Air Putih Bu Maria


“Bu Maria ada mas, mari masuk.” sapa mbak Sri. Di sampingnya berdiri seorang laki-laki, bernama mas Heru. Di ruang tamu yang beralaskan semen tersebut hanya ada dua kursi tua dan satu meja kecil yang menghadap ke televisi. Mbak Sri duduk di lantai lalu diam saja, matanya mengikuti layar televisi. Mas Heru melakukan hal yang sama, duduk meluruskan kaki di samping mbak Sri.



23 March 2012

Pada Suatu Hari Nanti




pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

(Pada Suatu Hari Nanti - Sapardi Djoko Damono)



*Foto diambil di Panti Asuhan Bhakti Luhur Yogyakarta tanggal 13 Maret 2012.


20 March 2012

Maaf, Ibu

Bu, maaf merepotkanmu.
Kamu bicara apa?
Maaf saja.
Ha?
Ya, maaf sekali,
aku membuatmu lelah.
Jangan asal bicara ya,
ibu tak mau dengar.
Tolong dengarkan, bu.
Coba saja.



..huruf-huruf braile tercipta dari anak,
padahal ibu hanya bisa baca gerak bibir..

29 February 2012

Berangkat Kerja


Sebuah gang kecil ke arah timur dari Jalan C. Simanjuntak, Yogyakarta. Di sepanjang jalan itu tampak deretan toko yang selalu ramai pada siang hingga malam hari. Pukul 8 kurang 16 menit tiga wanita ini sudah hampir sampai tempat mereka menunjukkan eksistensi mereka. Hari itu hari Kamis tanggal 16 bulan dua, mereka berjalan bertiga. Lebih dari itu tak ada cukup tempat untuk berjalan beriringan.

08 February 2012

Tanya dong twips, enaknya dikasih judul apa ya?

Saya punya akun twitter, dan cukup sering mengakses. Ada salah satu akun yang menarik, orang bisa tanya apa aja tentang apapun selama di Yogyakarta. Memudahkan bukan? Tinggal menulis di jejaring sosial, kita langsung bisa dapat jawaban (kalau ada yang menjawab).

Tapi tunggu dulu.

Fungsi atau Entah Apa Namanya

Dulu saya sempat berpikir segalanya tentang fungsi—atau entah harus apa menyebutnya. Banyak pencapaian akan saya pertanyakan "ke mana i...