18 August 2016

Usia Mereka 10 Tahun di Bawah Saya

via getpaidforsurveys.co
Pada suatu riset, saya perlu mendatangi beberapa sekolah SMP dan SMA di Jogja. Mereka menjadi responden dan dimintai kerja sama untuk mengisi survei  secara online. Ada dua hal menarik yang saya temukan.

Pertama, saya banyak menemukan anak-anak SMP—SMA yang tidak hapal nomor handphonenya sendiri. Ketika saya bagikan daftar presensi yang—salah satunya—memuat kolom untuk nomor handphone, banyak yang lalu membuka menu kontak dari gadget mereka, lalu mencari nomor mereka sendiri.

Bagi saya—entah bagi orang lain yang segenerasi dengan saya—hal itu cukup mengejutkan. Saya lalu berkaca pada diri sendiri. Sampai sekarang saya hapal nomor handphone orang rumah—bahkan ketika sudah pada punya dua nomor. Bisa begitu karena dulu ketika mereka sudah punya ponsel, saya sendiri yang belum punya. Kalau ada apa-apa dan harus menelepon dari wartel, saya harus hapal.

Barangkali itu kebutuhan saja ya. Mereka tak perlu menghapal karena tiap kali butuh tahu, mereka tinggal buka gadget. Selesai urusan. Untuk apa repot-repot menghapal kalau bisa lihat gadget?

Menurut saya sih tidak masalah kalau memori handphone itu membantu kita untuk mengingat. Asal, kita tidak memindahkan memori kita ke handphone karena takut membebani kerja otak untuk mengingat. Dengar-dengar kapasitas memori otak kita 10 juta GB. Prinsip dari jaringan saraf dan proses belajar juga menjadi inspirasi untuk membuat komputer.

via www.engadget.com
Kedua, saya menemukan satu anak yang tidak mengisi kolom nomor handphone karena dia tidak memilikinya. Namun dia memiliki gadget, dan itu diletakkan persis di sebelah keyboard komputer di depannya.

Ketika saya tanya, dia jawab “Saya 'gak punya nomor telepon mas. Itu kosongan. Saya pakai kalau pas ada wifi aja.”

Apakah anak ini datang dari masa depan? Bisa jadi.


Jogja, delapan 2016 
---------
- Sebuah catatan membantu penelitian
- Saya berurusan dengan teman-teman yang usianya 10 tahun lebih muda dari saya; betul, dunia telah banyak berubah

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain