07 December 2015

Sampah, Perilaku, dan Peradaban Kita

Sumber: www.matatajam.com

Pagi tadi jogging di dekat Mirota Kampus (Jalan Godean), melewati jalan yang dikepung sawah yang ditumbuhi padi muda. Kebetulan ada petani yang sedang berdiri di salah satu petak. Sepertinya pemandangan biasa kan? Namun sebenarnya tidak.

Petani itu tidak sedang menyemprot cairan pestisida. Tidak juga sedang memberi pupuk; atau menghalau burung-burung yang makan biji padi—karena tanaman padi masih muda.

Dia sedang memungut sampah-sampah plastik yang betebaran di dalam sawahnya. Memang sampah-sampah itu tidak tersebar di seluruh sawah, melainkan di pinggirnya saja; bagian sawah yang di samping jalan aspal.

Kala itu saya tersadar. Dari tadi saya melewati banyak tumpukan sampah plastik yang sudah terbungkus lumpur kering sawah. Artinya, petani itu sudah mengeluarkan begitu banyak sampah plastik yang dari sawahnya.

Dari mana sampah plastik itu berasal?

Kita patut menduga sampah itu dibuang oleh orang tak bertanggung jawab. Sedihnya, hal-hal seperti ini masih banyak ditemui di sekitar tempat tinggal saya. Orang buang sampah di jalanan sepi samping sawah. Orang juga buang sampah di sungai tanpa malu-malu.

Biasanya mereka lempar sampah seplastik itu sambil jalan di atas sepeda motor. “Wuingg.. cebuur.” Sampah sudah diangkut air sungai entah ke mana. Selesai urusan.

Kita patut bertanya: peradaban macam apa yang sedang kita bangun melalui perilaku-perilaku macam ini?

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain