28 May 2011

Buku Murahan!


[Buku adalah jendela dunia”. Dengan membaca buku, atau tulisan apapun kita bisa bla..bla..bla..] saya dengar itu pertama kali ketika SD.

Setidaknya persepsi mengenai buku masih baik di mata saya hingga akhir semester ini. Seorang dosen memberi kami tugas menulis esai sepanjang 1 halaman A4 dengan spasi 1,5. Esai yang sedikit ini rencananya akan dibukukan. Lalu apa masalahnya?

Pertama, saya tidak melihat hasrat dari mahasiswa untuk membuat tulisan itu menjadi sebuah buku. Anggapan, yang belum tentu benar, ini terlihat dari cara mereka menulis essai: copy-paste dari situs internet, mengerjakan asal-asalan, dan naif. Asal-asalan dan naif mungkin berkaitan dengan kapasitas intelektual dan mental masing-masing, tapi kalau copy-paste (apalagi tanpa menyebutkan sumber!) ? Memalukan.

Kedua, dosen tersebut terlalu memaksakan kehendak. Banyak komentar sinis yang mengatakan: dia hanya ingin melihat namanya terpampang di cover buku sebagai editor. Bagaimana tidak, saya sudah menyampaikan saran agar dia melakukan seleksi terhadap tulisan, karena saya menemukan tulisan yang diindikasikan hasil copy-paste. Sebuah buku, ditulis mahasiswa sekelas, isinya jiplakan dari internet? Buku yang memalukan.

Ketiga, dosen menganggap seluruh mahasiswa mampu membeli buku, setidaknya membeli (mencetak)  buku mereka sendiri. Mampu sih mampu, tapi apakah mahasiswa menganggarkan dana untuk itu? Buku-buku penting saja tidak dibeli, apalagi buku buatan teman-teman sekelas yang isinya jiplakan dari internet? Hanya satu alasan yang paling banyak dipakai: buku itu sebagai portofolio. Layakkah konten buku itu dijadikan portofolio?

Oh ya, harga cetak buku ini sekitar Rp 20.000,00-an. Mahal atau murahkah? Tergantung. Bisa untuk beli pulsa, rokok, makan, bensin, jajan, nonton, shopping, dan sebagainya. Tapi sekali lagi bukan masalah harga buku secara nominal, teman-teman.. melainkan “harga” yang diletakkan pada konten buku itu, apa pesan yang hendak disampaikan, dan bagaimana pesan itu dirangkai dalam tulisan yang diletakkan pada halaman per halaman.

Terus terang, buat saya, buku itu buku murahan. Berat untuk membeli buku murahan dengan harga Rp 20.000,00-an. Tetapi bagaimanapun, isi buku itu adalah karya. Tiap karya layak untuk diapresiasi. Berat untuk mengapresiasi karya jiplakan dari intelektual muda yang gayanya luar biasa hebat?  Hmm.. itu masalah lain.

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain