25 January 2014

Bimbang Ketika diundang Interview Kerja?

Suatu malam saya menghadapi undangan interview pekerjaan di Jakarta. Tipe pekerjaannya tidak berkaitan dengan studi saya di universitas. Lalu saya berdiskusi dengan salah satu orang terdekat saya, tentang hal-hal yang saya khawatirkan. Pencerahan pun datang, bila Ia memang berkenan. Berikut kata-kata dia:


Tentang karir, passion, atau pengalaman
"Mau ngejar karir, passion, atau sekadar pengalaman aja?
Kalau ngejar karir, dengan standar gaji segitu di Jakarta agak berat.
Kedua, nek kamu ngejar passion..ya yang bisa nilai ini sesuai sama kamu atau ngga cuman dirimu. Intinya kenyamanan dan kelanggengan komitmen kerja. Nek wes ada unsur passion, kerja pasti ikhlas.
Ketiga, kalau cuman sekedar cari pengalaman, kamu ambil gak masalah, tapi kamu harus bisa batesin sejauh mana kamu mencoba. Kalau memang sekadar  buat batu lompatan untuk cita-citamu, pesenku satu dek, pekerjaan dan peluang di luar sana itu banyak banget. Kalau mau melompat, cari batu lompatan yang paling baik biar cepet sampainya."

Tentang peluang 
"Coba bayangin, kalau untuk setiap peluang kamu mikir "duh eman, duh jauh, dll" kita gak akan tahu berapa banyak peluang yang kita kesampingkan demi menunggu sesuatu yang standarnya kita tentukan sesuai ekpektasi pribadi yang terus bertambah day by day."

Tentang walk in interview 
"Kalau menurutku tahap interview itu masih area bebas parkir dek. Jadi nothing to lose kamu mau parkir di mana aja. Cari ilmu dan pengalaman budaya dan sistem perusahaan. Semakin banyak kamu tahu dan ngalamin, semakin banyak peluang yang kamu pegang, semakin manteb kamu melangkah dan nentuin garasi mana yang paling pas buat markirin cita-citamu. Jangan takut sia-sia. Interview sana sini ditolak sana sini bikin kamu lebih siap buat kerja. Trust me :)"


Begitulah. Semoga kata-kata di atas berguna juga buat teman-teman yang sedang mengalami kegalauan yang sama.

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain