30 April 2016

#KalaKala

untuk bugisan, tesis, dan wiwoho

Saya duduk di meja besar yang bisa dipakai enam orang sekaligus. Tepat di depan ada teks-teks berita dan komputer jinjing kepunyaan ibu. Kebetulan saya duduk menghadap utara, dengan matahari yang mulai menyengat dari sebelah kiri meja saya. Kancing kemeja mulai saya buka dua biji supaya belahan dada kelihatan angin lebih gencar menyapa tubuh yang mulai sepanas baterai gadget yang susah sinyal.

Pukul 13.30, di jauh sebelah kiri terlihat beberapa kelompok anak lelaki SMA berseragam yang nongkrong. Tentu saja, sebatang rokok terjepit di antara  telunjuk dan jari tengah mereka. Sebentar saja nongkrong sambil ngobrol (sambil pegang gadget tentu), sebentar kemudian bermain bilyard dengan gaya profesional yang bikin mereka tampak keren. Lalu mereka gantian, begitu terus entah sampai pukul berapa.

Sedang beberapa meter di sebelah kanan, di ujung ruangan terbuka ini, ada sepasang anak SMA juga yang duduk santai berhadapan. Sepertinya mereka berpacaran. Saya jarang dengar mereka saling bicara. Pernah sekali intip, rupanya mereka sedang menatap layar gadget masing-masing. Namun sekalinya mereka bicara, nada yang terdengar adalah rayuan dari laki-laki dan lenguhan manja dari yang perempuan.

Nongkrong berjam-jam nggak jelas sudah pernah saya lakoni. Mulai dari main kartu, “perjamuan kudus”, hingga saling curhat dengan para sahabat. Pacaran berjam-jam setiap hari, mulai dari yang sehat hingga mengundang nikmat juga sudah khatam saya lakukan. Namun sekarang saya sedang menulis sebuah karya yang mengantar diri ini ke masa depan yang (semoga) lebih baik. Seiring bertambahnya usia, tanggung jawab memang semakin besar.

Semua memang ada masanya. Betul?


Keterangan judul:
Kala bisa diartikan sebagai waktu, binatang sejenis laba-laba, bintang, jerat, sutra, dsb. Maksud di judul ini adalah #JeratWaktu

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain