24 November 2010

Manusia-Manusia Perpustakaan

Ya, mereka manusia-manusia perpustakaan.
Bukan para pegawai perpustakaan,
namun mereka yang menghabiskan sore ini di perpustakaan.

Lihatlah mereka:
duduk tegak;
kepala tenang;
ekspresi wajah mulai dari terkantuk-kantuk hingga mencoba menyatukan kedua alisnya, semua ada.

Sang bijak berkata: apa yang anda baca, itulah isi otak anda.
Lihatlah bacaan mereka:
buku-buku agama;
jurnalisme dan komunikasi;
kebijakan publik;
semua berserakan di banyak meja yang disediakan.
Itukah isi otaknya? Entah.



Maaf,
ternyata tidak hanya buku di sini.
Dari 9 pengunjung yang bersama saya,
3 pengunjung hanya berhadapan dengan kertas dan buku.
Laptop pribadi ada di depan 6 pengunjung lainnya.
File-file di laptop adalah isi otaknya? Entah juga.

Sayang sekali..
Di sudut ruang ber-AC ini ada orang tidak tahu diri.
Pekerja tua yang dengan pongahnya menyalakan rokok,
meninggalkan bau asap ke seluruh ruangan.
Asap yang segera tercium segera menginterupsi barisan-barisan kata yang berjejalan masuk ke dalam otak.
Mungkin dia kedinginan.
Sangat dan terlalu kedinginan, hingga otaknya membeku.

Perpustakaan adalah gudang buku, sedang buku adalah gudang ilmu.

Ilmu yang tersimpan rapi di rak-rak yang berjajar membisu.
Membisu pasrah dililit debu dan abu.

Ilmu yang berdebu dan berwarna kuning.
Persis sinar matahari yang tertutup awan kelabu.

Ilmu yang tak lama lagi habis dimakan rayap.
Rayap yang mengubah ilmu menjadi setumpuk kotoran bau.

Ilmu yang menjadi saksi atas mereka:
manusia-manusia perpustakaan.
Manusia yang enggan untuk merasa enggan.

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain