14 May 2018

Lawatan Taiwan: Jalanan Bersih dan Bangunan Tua


Kesan pertama ketika datang ke kota Taichung (sekitar 2 jam perjalanan dari Taipei) adalah bangunan lawas. Saya jadi ingat daerah pecinan di Malioboro. Bedanya, rasanya hampir sepanjang jalan besar yang saya lewati itu pertokoan.

Ibaratnya seperti Jalan Solo di Jogja, tapi itu seluruh kota.

Bangunan di Taichung tidak didominasi oleh gedung-gedung tinggi. Tinggi bangunan mungkin rata-rata dua atau tiga lantai saja. Bagian bawah digunakan untuk toko dan kesannya modern, tetapi bagian atas masih seperti bangunan lama.

Jalanan di Taichung relatif sepi. Mobil dan sepeda motor dapat melintas dengan sangat lancar. Anehnya, sebagian besar, atau hampir semua, sepeda motor di sana adalah matic dengan merek Kymco.

Transportasi umum di Taichung sangat baik. Selalu ada bus yang datang tepat waktu dengan berhenti pada halte-halte yang telah ditentukan. Untuk naik bus kita perlu beli kartu dulu seharga 100 NT di Seven Eleven atau Family Mart.

Sebenarnya biaya sekali perjalanan itu memakan biaya 20 NT. Di Taichung aturan sedikit berbeda. Kita bisa gratis naik bus asal di bawah 10 kilometer. Jadi kalau perjalanan kita di atas 10 kilometer dan masih ingin dapat gratisan, kita harus turun dulu setiap 10 kilometer, baru nanti naik bus yang akan datang.

Pejalan kaki sangat dimanjakan di sana. Trotoar cenderung besar, bersih, dan nyaman sekali untuk pejalan kaki. Baik pejalan kaki maupun kendaraan, semuanya tertib terhadap aturan.

Pemandangan yang senada saya temui juga di Taipei. Bedanya, Taipei adalah kota yang lebih besar dengan bangunan yang mirip Jakarta. Trotoarnya lebar dan bersih.

Hal yang aneh adalah saya jarang menemui tempat sampah di kedua kota itu, tetapi kondisi jalanan tetap bersih. Saya tidak tahu warga di sana pada buang sampah di mana.

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain