14 May 2018

Lawatan Taiwan: Pengalaman Pertama ke Luar Negeri


Untuk pertama kalinya saya melawat ke luar negeri, yaitu Taiwan. Rasanya? Biasa saja. Sebenarnya saya tak pernah sekalipun memikirkan negara itu sebagai tempat tujuan pergi saya. Hanya ada dua kata yang muncul di benak saya tatkala dengar kata Taiwan, yaitu: Cina dan F4.

Belakangan, saya baru tahu kalau secara politis Taiwan dan Cina itu bermusuhan. Indonesia tidak punya kedutaan di Taiwan, tetapi memiliki perwakilan dagang. Itu karena pemerintah menerapkan sistem One China Policy kalau tidak salah.

Saya berangkat rombongan bersama orang-orang sefakultas. Sebagian tidak ikut karena ada kegiatan lain yang tak bisa ditinggalkan. Dari Semarang, saya pergi ke Taiwan naik maskapai penerbangan AirAsia. Transit selama sekitar 5 jam di Kuala Lumpur, Malaysia, kami lalu pindah pesawat yang lebih besar untuk mendarat di Taipei.

Kesan saya, bandara di dua kota itu besar dan bagus. Mungkin memang begitu standardnya, saya saja yang belum pernah masuk bandara selain Adi Soetjipto, Adi Soemarmo, dan Soekarno-Hatta.

Pengurusan tiket relatif mudah karena ada panitia dari fakultas. Total tiket dan visa sekitar Rp6.5 juta. Kalau anda beli pakai kartu kredit tertentu, barangkali bisa dapat potongan, jadi bisa lebih murah.

Sebelum berangkat saya sudah titip untuk menukarkan uang rupiah ke NT. Saat itu 1 NT setara dengan Rp480. Jadi kalau saya menukarkan uang Rp2 juta, maka saya mendapatkan sekitar 4.166 NT.

Taiwan adalah negara empat musim. Meski ada musim dingin, tapi tidak ada salju di sana. Hanya saja suhunya memang rendah. Sebelum berangkat saya memastikan di sana sedang musim panas. Jadi bawa pakaian yang tipis-tipis saja.

Meskipun begitu kota Taipei yang saya kunjungi dua hari terakhir punya suhu yang lebih rendah dan angin yang lebih besar daripada Taichung.




No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain