04 May 2015

Catatan Pertandingan Legendaris

Gambar diambil dari www.tiltedkilt.com

Dua petarung baku hantam di atas ring: Floyd Mayweather Jr. lawan Manny Pacquiao. Mereka petinju, masing-masing berkebangsaan Amerika Serikat dan Filipina. Entah berapa juta pasang mata yang menonton pertandingan mereka, yang katanya: fight of  the century.

Mereka beradu kekuatan, tiap pukulan harus dilayangkan dengan tenaga yang terukur. Mereka beradu ketangkasan untuk menghindar. Mereka beradu ketahanan fisik, karena dua belas ronde adalah waktu yang lama untuk terus memukul dan menghindar. Mereka juga beradu strategi, konon katanya ada strategi “hug n run” yang populer di sebuah media lawakan.

Hasilnya sudah tampak, Mayweather keluar sebagai pemenang.

Pertandingan berakhir? Tidak, masih ada pertandingan wacana di media massa. Sejak sebelum pertandingan, narasi tentang Pacman sudah dihajar terus-terusan. Mulai dari masa kecil, perjuangan, kemiskinan, kisah broken home, kekayaan, hingga rujuk dengan ayahnya yang telah berseteru selama 20 tahun. Siapa yang dibahas? Atau dalam konteks pertandingan, siapa  yang menang? Pacman tentu saja. 

Atau jangan-jangan saya saja yang tidak banyak membaca kisah perjuangan Mayweather?

Belakangan, media sosial juga memenangkan Pacman. Kata akun-akun itu,“Mayweather memenangkan pertandingan, Pacman memenangkan hati kami.” Cibiran juga banyak dilayangkan kepada Mayweather. Entahlah apa perlunya hal tersebut dilakukan. Mundur menerima kekalahan sambil ngomel? Huft.

Saya kadang tertarik nonton pertandingan tinju di televisi, atau lewat youtube. Saya senang melihat cara mereka memukul, menghindar, dan lebih senang lagi kalau lihat petarung sombong di awal yang kemudian kalah K.O. Tapi sungguh saya tidak peduli siapa menang siapa kalah. Buat hidup saya yang sehari-hari di kota kecil ini, Pacman menang atau kalah sama sekali tidak menentukan apa yang akan saya makan nanti malam.

Tapi itu saya hlo. Nyatanya ada banyak sekali orang yang menganggap pertandingan itu begitu penting. Begitu pentingnya hingga untuk dapat menonton di sekitar ring mereka harus merogoh kantong sampai lebih dari Rp4 miliar. Itu di Amerika sana. Kalau di Indonesia dikabarkan ratusan warga kota Bima, Nusa Tenggara Barat, menyerbu kantor PLN lantaran listrik padam ketika mereka menonton pertandingan tinju tersebut.

Nah, pertanyaannya, apa yang membuat pertandingan tinju itu menjadi begitu penting? Ada ulasan yang keren di situs BBC Indonesia, judulnya “Pacquiao vs Mayweather, jadi perhatian besar?” Mereka menulis dengan cukup lengkap dan tidak terlalu panjang untuk dibaca di layar monitor. Mereka menulis kedua sisi dari petarung legendaris ini. Pokoknya keren. Coba klik saja link tadi.

Rupa-rupanya memang ada banyak narasi, ada banyak cerita, yang membuat tayangan dua petarung legendaris baku hantam di atas ring ini menjadi hal yang begitu penting dibicarakan. Ini bukan hanya persoalan dua orang bertanding tinju.

Setelah saya tahu, apa lalu menjadi penting? Tidak. Kalau tidak, kenapa dituliskan di blog ini? Karena untuk hal-hal yang dibesar-besarkan oleh media seperti ini, kita berhak bersikap. Ya, memang begitu.

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain