04 June 2019

Kepunahan Manusia dan Kepulihan Bumi

Sumber: colourbox.com
 “Kapan manusia akan punah? Bagaimana caranya?”
“Kapan bumi akan musnah? Ataukah bumi akan pulih?”

Pertanyaan-pertanyaan itu selalu menyembul di benak tiap kali berpikir tentang alam. Bruce Lipton dalam “The Biology of Belief” menuliskan bahwa bumi kita ini telah mengalami lima kepunahan—yang semuanya disebabkan oleh peristiwa ekstraterestrial. Kali ini bumi sedang menghadapi kepunahan keenam, namun disebabkan oleh perilaku satu organisme hewan: manusia.

Dalam diskusi-diskusi tentang lingkungan di kampus juga sering dibicarakan bahwa bumi memang mengalami kerusakan. Kerusakan itu dimulai ketika spesies manusia hadir. Kerusakan ini jauh semakin parah setelah era revolusi industri.

Setahu saya, kaum Marxis—dalam hal kerusakan alam ini—menyalahkan sistem kapitalisme dan orang-orang kapitalis di dalamnya. Menurut mereka kapitalisme akan selalu menuntut keuntungan yang lebih besar. Mereka akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuan itu, termasuk mengeksploitasi alam besar-besaran secara serampangan.

Kaum vegan beda lagi. Mereka sering mengajak orang lain untuk “stop makan daging” karena peternakan itu menyumbang penyebab kerusakan alam yang besar. Peternakan itu butuh “biaya alam” yang besar, mulai dari air sampai pengelolaan kotoran yang berbahaya bagi lapisan ozon di bumi.

Ada juga mereka yang menyalahkan kaum perokok. Selain memicu kanker, asap yang mengotori udara, sampah filter rokok itu diduga termasuk sampah yang sulit terurai.

Argumentasi lawannya adalah “Anda bilang antirokok tapi masih naik kendaraan bermotor. Asap yang anda semburkan di jalan-jalan lewat knalpot itu terhisap oleh orang-orang dan lebih mengotori udara dibanding asap rokok!”

Sementara itu ada kawan lulusan Arsitektur yang hampir selalu menolak tawaran terlibat dalam proyek pembangunan—biasanya perumahan. “Bangunan itu merusak alam. Mereka ubah tanah dan sawah jadi perumahan,” katanya.

Dalam suatu pertemuan juga pernah ada orang yang disebut “pakar ekologis” menyerang kami dengan pertanyaan tentang perilaku merokok, makan daging, menggunakan plastik, dan perilaku lain yang dianggap tidak ekologis. Orang-orang lalu dengan sinis bilang, “Kalau mau ekologis betul ya tanggalkan saja itu semua pakaian, lalu tinggal di hutan.”

Tentu masih ada banyak perdebatan di sana sini. Setiap orang bisa saja mengoreksi perilaku orang lain. Juga mereka bisa saja menyadari perilakunya ini merusak alam, tetapi tidak ada pilihan lain.

Saya masih kurang membaca, sehingga tak tahu jawaban ilmiah dari pertanyaan di awal tulisan. Tetapi sedangkal imajinasi diri, saya yakin bumi akan pulih setelah manusia punah. Entah bagaimana cara spesies ini akan punah kelak.

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain