19 January 2011

19 Januari 2011

Rabu (19/1) saya iseng jalan-jalan ke daerah nol kilometer menemani Yulia Meirani Indah Arditia. Saya bukan street-photographer, tapi kebetulan waktu itu saya membawa kamera D3000 yang sering dihujat karena kualitasnya. Berikut gambar-gambarnya:



Penjual tahu yang entah berjualan dari jam berapa, berapa keuntungannya, bagaimana kualitas tahu, siapa anak yang di sampingnya, dsb.



Tulisan di papan hijau memang salah kaprah. Teman saya yang pedagang ini tidak butuh terima kasih. Hehe..




Daun-daun yang berserakan di depan ‘gedung putih’. Susah mana, membersihkan daun atau membersihkan pedagang?





Mbah2 yang dibantu menyebrang oleh Yulia, hatinya tergerak ketika mbah2 ini mengalami kesulitan. Kami sempat sejenak mengikuti langkah mbah ini, sebab dia seperti berjalan tanpa arah (kami menduga dia tidak punya rumah atau lupa di mana rumah). Ternyata dia berhenti depan gedung bank BNI dan duduk menunggui gelas di depannya. [silahkan diinterpretasikan sendiri] Kami langsung meninggalkannya sebelum hati kami tertambat.




Kalau tidak salah ini tunawisma yang sedang menempelkan sesuatu (entah handphone, entah radio) di telinganya.




Ini tempat sampah yang tanpa dasar atau tempat sampahnya memang di bawah?

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain