14 July 2014

mari kita duduk dan tak berbuat apa-apa

Sumber: http://diasfifera.tumblr.com/


Akhir-akhir ini dunia jadi makin busuk.
"Pray for Gaza," kata artis bodoh lewat layar kaca.
Mereka itu siapa sih sebenarnya?

"Berangkat jihad ke Palestina," kata FPI, yang tak kalah bodohnya.
Namun kali ini saya setuju, daerah itu bolehlah jadi lahan mereka.
Bukan di Indonesia. Semoga mereka mati sahid di sana.

Mahasiswa membawa kardus di perempatan-perempatan jalan.
"Solidaritas," kata mereka.
Mereka rela berpanas-panasan,
pakai jas almamater pula.

Di lini masa muncul poster berisikan informasi nomor rekening.
"Apa ini bener-bener sampai ke korban?" tanya seorang pemilik akun.
"Kalau tidak percaya tidak usah mengirim uang," kata admin.

Sementara itu..
warga sekitar Sinabung masih berkabung.
Keluarga kita di Papua masih disiksa tentara.
Buruh-buruh makin dihisap orang kaya.
Masih mau bilang "Pray for.." ?

Saya tahu di sana ada pelanggaran kemanusiaan yang sangat keji.
Hormat dan doa selalu saya panjatkan untuk mereka.

Saya hanya geli melihat bangsa kita sok peduli.
Apalagi kalau kepedulian itu karena mereka seagama.
Makin sakit perut saya.

Ingatkah mereka kalau
bayi tetangga kita hanya bisa minum teh,
karena orangtuanya tak mampu beli susu.

Ingkatkah mereka ketika
kita buang sisa makanan,
tetangga mikir gimana cara cari makan.

Siapa bilang bangsa kita sehat?
Memang enggak ada sih.
Bangsa kita sakit.
Sakit parah.


*dan jam segini saya masih menganggur,
belum mandi dan sarapan bergizi,
hanya bisa menulis pesimis jauh dari kritis,
seakan sudah melakukan hal berarti*

No comments:

Post a Comment

Baca Tulisan Lain